Take a fresh look at your lifestyle.

Strategi Bulog Dalam Menstabilkan Harga Beras di Pasaran

Gorontalo – Strategi dalam melakukan stabilisasi harga beras, Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan kerjasama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan pedangang di pasaran, dalam melakukan penormalan atau menekan harga beras di pasaran.

Munafri Syamsuddin, Kepala Bulog Sub Divre Gorontalo menjelaskan, pada intinya dalam melakukan stabilisasi penormalan harga beras, Bulog di berikan tugas oleh pemerintah menjual dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Bulog diberi tugas menjual beras tersebut dengan harga yang telah di tetapkan oleh pemerintah, misalnya dalam pelaksanaan KPSH (Ketersediaan Pasokan Stabilisasi Harga) bekerja sama dengan Kemendag,” kata Munafri.

Seperti saat ini yang dijual Bulog dalam stabilisasi harga, Bulog bekerjasama dengan pedagang yang sudah dalam pencatatan Badan Pusat Setatistik (BPS), menjual harga beras dengan harga jual Rp 8100/kg, dan harga itu disepakati dengan Kemendag. Pada proses penjualan pedagang saat menjual ke penerima terakhir, wajib menjual dengan harga Rp 9450.

“Kita bekerja sama dengan pedagang pasar dan kios-kios. Dan yang paling utama itu kita bekerja sama dengan pedagang-pedagang yang ada di pasar sesuai pencatatan BPS. Karena nanti untuk melihat dan menghitung angka inflasi supaya betul-betul terjaga, dia menjaga tren inflasi agar tidak naik,” jelas Munafri.

Katanya juga “disini dia trennya saat ini setabil, Cuma memang klo trennya beras lokasl disini antra Rp 9000 sampai Rp 11000, itu yang terbaik kualitasnya, tapi itu per liter. Kami mencoba dengan program pemerintah KPSH untuk menekan sedikit dan bisa juga masyarakat mendapatkan beras yang murah begitu, dengan kualitas yang cukup bagus”.

Dan pedagang yang bekerja sama dengan Bulog untuk menekan inflasi harga beras, mengikuti program KPSH. Bulog dalam program KPSH mengupayakan masyarakat yang kurang mampu untuk dapat membeli beras kualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, sesuai tren harga beras normal di pasaran. (KT-05)

Comments are closed.